Bappeda Buleleng melalui Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Jumat
10 April 2026 hadiri kegiatan Pendampingan Perencanaan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan diselenggarakan di Hotel Puri Saron Baruna
Lovina Beach, dengan melibatkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng yang dalam
sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan SPM
Pendidikan. Ia menyampaikan bahwa kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng
berfokus pada misi menjamin tersedianya fasilitas dan layanan pendidikan yang
merata, terjangkau, adil, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pemaparan materi
disampaikan oleh Widyaprada dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP)
Provinsi Bali. Materi yang dibahas meliputi kebijakan SPM Pendidikan beserta
indikator-indikator utama yang menjadi tolok ukur pencapaian layanan
pendidikan.
Adapun empat indikator utama dalam SPM
Pendidikan meliputi Angka Partisipasi Sekolah (APS), kemampuan literasi dan
numerasi, kualitas lingkungan sekolah, serta aspek kekhususan pada Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD).
Selain itu, turut disampaikan program
prioritas pendidikan yang menjadi fokus pengembangan ke depan, yaitu
pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, revitalisasi sekolah, serta penerapan
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah
juga menetapkan sejumlah sub-kegiatan prioritas, antara lain pembangunan Unit
Sekolah Baru (USB), pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), rehabilitasi sedang
hingga berat ruang kelas sekolah, serta pemeliharaan sarana, prasarana, dan utilitas
pendidikan.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan perencanaan SPM Pendidikan di Kabupaten Buleleng dapat berjalan lebih optimal dan terarah dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.