Beranda/Berita/Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng menggelar diskusi bersama enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng menggelar diskusi bersama enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah.
Admin bappeda | 09 Januari 2026 | 8 kali
Dalam upaya mengoptimalkan target dan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026 sesuai dengan potensi daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng menggelar diskusi bersama enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bappeda. Jumat, (9/1/2026)
Diskusi dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda, Reika Nurhaeni, dan turut dihadiri oleh Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Kabupaten Buleleng. Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk membahas langkah-langkah konkret dalam mengoptimalkan sumber-sumber PAD guna memperkuat kemandirian fiskal daerah secara berkelanjutan.
Mengawali diskusi, Plt Kepala Bappeda menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam menggali dan mengelola potensi PAD. Menurutnya, optimalisasi PAD tidak hanya berorientasi pada peningkatan target pendapatan, tetapi juga harus didukung oleh pemetaan potensi riil daerah, serta penguatan regulasi dan tata kelola pendapatan daerah.
Reika Nurhaeni yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan bahwa PAD merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kemandirian fiskal daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen bersama untuk menyusun strategi yang tepat, inovatif, dan berbasis pada potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Buleleng.
Dalam kesempatan tersebut, enam SKPD yang hadir memaparkan kondisi terkini capaian PAD di masing-masing sektor, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi. Diskusi juga membahas peluang peningkatan PAD melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, serta penguatan sistem pengawasan dan evaluasi.
Sementara itu, Kelompok Ahli Pembangunan Kabupaten Buleleng memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi strategis, khususnya terkait perencanaan pengelolaan PAD dalam jangka menengah dan panjang dan menekankan pentingnya perencanaan berbasis data, analisis potensi wilayah, serta integrasi kebijakan PAD dengan arah pembangunan daerah.
Melalui diskusi ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah yang konkret dan terukur dalam optimalisasi PAD, sehingga mampu meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan mendukung pembiayaan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng.