(0362) 21149
bappeda@bulelengkab.go.id
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Rapat koordinasi Langkah-langkah strategis dalam penanganan dampak banjir bandang di Kecamatan Banjar

Admin bappeda | 11 Maret 2026 | 169 kali

Rabu, (11/3) Upaya percepatan penanganan dampak banjir di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terus dilakukan melalui peninjauan lapangan, pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak, serta rapat koordinasi lintas instansi guna membahas langkah tindak lanjut perbaikan infrastruktur yang rusak dan perencanaan normalisasi sungai.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali, Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Bali, dan dilaksanakan di wilayah Desa Banjar, Kecamatan Banjar, yang beberapa waktu lalu terdampak banjir cukup parah. Dalam kegiatan itu turut hadir sejumlah pejabat dari pemerintah provinsi dan daerah, di antaranya Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Wakil Bupati Buleleng serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Buleleng seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, BPBD, Dinas Sosial, Camat Banjar, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke sejumlah titik lokasi terdampak banjir untuk melihat kondisi terkini di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan dan cek kesehatan gratis kepada masyarakat yang terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap proses pemulihan pasca bencana,
Setelah peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang membahas langkah-langkah strategis dalam penanganan dampak banjir. Rakor yang berlangsung di Ruang rapat kantor Camat Banjar ini dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya, pertemuan ini menjadi forum penting bagi berbagai pihak untuk menyamakan persepsi dan merumuskan solusi terkait kerusakan infrastruktur serta upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dalam rapat tersebut, Kepala BWS Bali Penida memaparkan kondisi sungai di wilayah Kecamatan Banjar. Ia menjelaskan bahwa sejumlah sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan alur, sehingga kapasitas tampung air menjadi berkurang ketika terjadi curah hujan tinggi. Selain itu, terdapat beberapa titik yang membutuhkan penanganan teknis berupa pengerukan sedimentasi, perbaikan tanggul, serta penataan alur sungai.
Paparan tersebut juga menyoroti pentingnya program normalisasi sungai sebagai langkah jangka menengah hingga jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas aliran air serta mengurangi potensi terjadinya banjir di wilayah tersebut.
Selanjutnya, Camat Banjar menyampaikan kronologis kejadian banjir yang terjadi di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam waktu cukup lama sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan hingga meluap ke permukiman warga.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, fasilitas umum terdampak, serta infrastruktur seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan. Selain kerugian material, Camat Banjar juga menyampaikan bahwa bencana tersebut menimbulkan korban jiwa. Dalam laporannya disebutkan adanya warga yang meninggal dunia dan ada salah satu warga yang saat ini masih dalam proses pencarian akibat peristiwa banjir tersebut.
Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai pihak juga membahas langkah-langkah percepatan penanganan, mulai dari perbaikan infrastruktur yang rusak, penanganan darurat bagi masyarakat terdampak, hingga perencanaan normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi bencana ke depan.
Ketua DPRD Provinsi Bali dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dalam menangani dampak bencana dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Ia juga mendorong agar program penanganan sungai dan perbaikan infrastruktur dapat segera direalisasikan melalui koordinasi lintas instansi.
Melalui kegiatan peninjauan lapangan dan rapat koordinasi tersebut diharapkan langkah-langkah penanganan pascabencana dapat berjalan lebih terarah, sehingga proses pemulihan bagi masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Banjar dapat berlangsung dengan cepat dan efektif.