Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng, Komang Audi
Berawijaya, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Focus
Group Discussion (FGD) Implementasi Praktik Pembangunan Berbasis Masyarakat
dalam Pembangunan Desa, yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda
Kabupaten Buleleng, Kamis (3/9/2026).
FGD tersebut dihadiri langsung oleh Direktur
Perdesaan, Daerah Afirmasi dan Transmigrasi, Kementerian PPN/Bappenas RI.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung penyusunan kajian Prakarsa
Strategis Optimasi Collective Ownership Masyarakat Desa terhadap Pembangunan
Desa.
Dalam kesempatan tersebut, Audi Berawijaya menyampaikan
paparan bertajuk “Perencanaan dan Sinkronisasi Kebijakan Daerah
terhadap Implementasi dan Keberlanjutan Program Pamsimas.”
Paparan tersebut mengulas perspektif perencanaan
pembangunan daerah, khususnya bagaimana Program Penyediaan Air Minum
dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dapat disinkronkan dan
diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Pembahasan juga mencakup peran Pemerintah Kabupaten
Buleleng dalam perencanaan dan implementasi Pamsimas, koordinasi lintas
perangkat daerah dan pemerintah desa, serta strategi memperkuat collective
ownership atau rasa kepemilikan bersama masyarakat terhadap hasil
pembangunan.
FGD ini menegaskan pentingnya menempatkan masyarakat
bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku
utama pembangunan yang terlibat sejak proses identifikasi kebutuhan,
perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.
Selain Kepala Bappeda Buleleng, FGD turut menghadirkan Kabid
Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Buleleng, Ketua KPSPAM Desa Panji, serta Ketua
KPSPAM Desa Selat sebagai narasumber.
Melalui forum ini, diharapkan dapat tergali berbagai praktik baik
Program Pamsimas di Kabupaten Buleleng, termasuk faktor pendukung dan
penghambat partisipasi masyarakat serta bentuk kolaborasi antarpihak dalam
menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.