Pelepasan Pegawai Purna Tugas
Admin bappeda | 30 April 2026 | 198 kali
Dipenghjung bulan April ini, Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah saat digelarnya acara pelepasan pegawai purna tugas atas nama Ibu Desak Eni Puspariani. Momen ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan menjadi ruang penuh makna untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian yang telah ia torehkan selama 18 tahun mengabdi di Bappeda.
Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda, Komang Audi Berawijaya, dihadiri oleh seluruh staf yang dengan tulus memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang telah menjadi bagian penting dalam dinamika kerja mereka. Kehadiran rekan-rekan kerja dari berbagai bidang semakin menambah hangat suasana, seolah menjadi bukti nyata betapa besar jejak yang telah ditinggalkan Ibu Desak.
Acara pelepasan berlangsung sederhana, namun sarat makna. Tidak ada kemewahan berlebihan. Justru dalam kesederhanaan itulah, kehangatan terasa begitu nyata. Satu per satu rekan kerja hadir, membawa cerita, kenangan, dan rasa kehilangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tawa, cerita, hingga momen-momen kebersamaan selama bertahun-tahun seakan kembali hidup di benak rekan-rekan yang hadir. Desak Eni dikenal bukan hanya sebagai pegawai yang profesional dan berdedikasi tinggi, tetapi juga pribadi yang humoris, ringan tangan, dan mampu menciptakan suasana kerja yang nyaman. Ketulusannya dalam berinteraksi menjadikannya sosok yang dekat di hati banyak orang.
Dalam sambutannya, Komang Audi Berawijaya menyampaikan refleksi mendalam tentang arti pertemuan dan perpisahan. Ia mengingatkan bahwa setiap kebersamaan pada akhirnya akan menemukan titik perpisahan.
“Tidak ada yang abadi dalam jabatan maupun kebersamaan. Hari ini kita melepas, dan suatu saat nanti kita pun akan berada di posisi yang sama,” ungkapnya.
Namun, di balik kenyataan tersebut, ia menegaskan bahwa ada hal yang tak akan pernah hilang oleh waktu, yakni hubungan yang telah terjalin.
“Persahabatan, kebersamaan, dan kenangan adalah hal yang akan tetap hidup, bahkan ketika waktu membawa kita ke jalan masing-masing,” tambahnya.
Ucapan itu seolah menjadi peneguh bahwa meskipun masa tugas Desak Eni Puspariani telah usai, nilai-nilai kebaikan, semangat kerja, dan kebersamaan yang ia tinggalkan akan terus melekat dalam ingatan dan hati seluruh rekan kerjanya.
Prosesi pelepasan ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai simbol apresiasi, dilanjutkan dengan sesi salam perpisahan. Suasana pun semakin emosional beberapa staf tampak menitikkan air mata, tak mampu menyembunyikan rasa kehilangan atas sosok yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Hari ini menjadi lebih dari sekadar perpisahan. melainkan menjelma menjadi sebuah penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan perjalanan panjang yang penuh arti. Sebuah pengingat bahwa setiap akhir bukanlah penutup, melainkan awal dari babak baru kehidupan. Dan lebih dari itu, hubungan baik yang telah terjalin akan tetap hidup melampaui waktu, jarak, dan batas jabatan.