(0362) 21149
bappeda@bulelengkab.go.id
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Pemkab Buleleng dan Dunia Usaha Bersatu Pulihkan Dampak Banjir Bandang Banjar

Admin bappeda | 12 Maret 2026 | 59 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat sinergi dengan dunia usaha dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Banjar pada 6 Maret 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, yang berlangsung di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng, Kamis (12/3/2026).
Rapat yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan perangkat daerah, Ketua Tim TJSLP Kabupaten Buleleng yang juga menjabat sebagai Asisten II Sekretariat Daerah, Kepala Bappeda, serta perwakilan berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Buleleng.
Rapat koordinasi ini digelar sebagai tindak lanjut atas bencana banjir bandang yang menyebabkan dampak cukup signifikan bagi masyarakat dan lingkungan di wilayah Kecamatan Banjar, seperti korban jiwa, kerugian materiil, tertutupnya akses jalan, penumpukan material banjir, serta terganggunya aktivitas masyarakat.
Sejak terjadinya bencana, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat, antara lain asesmen wilayah terdampak, pencarian korban, distribusi bantuan logistik, serta mobilisasi personel dan peralatan untuk mendukung penanganan di lapangan.
Dalam arahannya, Bupati Buleleng menegaskan bahwa Kecamatan Banjar merupakan salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian serius pascabencana. proses pemulihan pascabencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Oleh karena itu, koordinasi yang intensif dengan dunia usaha dinilai sangat penting agar kebutuhan masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga dukungan sosial ekonomi, dapat segera terpenuhi.
“Melalui forum TJSLP ini kita ingin memastikan bantuan dari dunia usaha dapat terkoordinasi dengan baik, tepat sasaran, serta mendukung program pemulihan yang telah dirancang oleh pemerintah daerah,” ujar Sutjidra.
Beberapa perusahaan yang turut hadir dalam rapat tersebut di antaranya Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Bank BPD Bali Cabang Singaraja, PT Pelabuhan Indonesia Regional Bali Nusra Pelabuhan Celukan Bawang, serta PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali, dan sejumlah perusahaan swasta lainnya.
Ketua Tim TJSLP Kabupaten Buleleng yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reika Nurhaeni menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha melalui pemetaan kebutuhan prioritas di wilayah terdampak. Dengan demikian, program TJSLP dari masing-masing perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Kecamatan Banjar.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap dapat membangun komitmen bersama antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung berbagai program pemulihan pascabencana, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera kembali normal.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan dunia usaha, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Banjar dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat bangkitnya masyarakat dari dampak bencana.