Pemerintah Kabupaten Buleleng dinyatakan siap mendukung penerapan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) berbasis Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026. Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan AI dalam Evaluasi AKIP Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Kedeputian RBKunwas Kementerian PANRB.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh perwakilan Kedeputian RBKunwas, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil survei terkait pemanfaatan AI dan teknologi informasi dalam mendukung pelaksanaan Evaluasi AKIP berbasis digital. Dari hasil survei tersebut, Kabupaten Buleleng termasuk salah satu daerah yang dinilai siap melaksanakan implementasi Evaluasi AKIP berbasis AI.
Selain itu, dalam forum juga disampaikan bahwa sejumlah pemerintah daerah yang belum mengisi survei diminta segera melengkapi data dukung, salah satunya Kabupaten Gianyar.
FGD kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung implementasi Evaluasi AKIP berbasis AI. Pembahasan meliputi kesiapan dokumen Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), konektivitas jaringan, hingga mekanisme federated sharing dokumen antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Pada sesi tersebut juga dibahas mengenai pipeline ingest data SAKIP sebagai tahapan penting dalam proses pengelolaan, integrasi, serta pembacaan dokumen SAKIP ke dalam sistem AI. Langkah ini diharapkan mampu mendukung proses evaluasi yang lebih efektif, cepat, dan berbasis digital.
Selanjutnya, tim IT melaksanakan uji konektivitas terhadap masing-masing pemerintah daerah peserta FGD. Hasil sementara menunjukkan konektivitas telah berhasil dilakukan pada Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Buleleng. Sementara itu, beberapa kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali masih dalam proses penyelesaian akibat sejumlah kendala teknis yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh tim terkait.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, penyampaian berbagai kendala teknis dari masing-masing daerah, serta pembahasan tindak lanjut guna mendukung optimalisasi implementasi Evaluasi AKIP berbasis AI di masa mendatang.