(0362) 21149
bappeda@bulelengkab.go.id
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat, Pemkab Buleleng Optimalkan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria

Admin bappeda | 17 Juli 2026 | 398 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat komitmen dalam upaya pengendalian dan pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pengendalian dan Pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria yang berlangsung di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Jumat (17/7/2026).


Forum yang diinisiasi oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia Perwakilan Wilayah Bali ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga mitra pembangunan sebagai wadah memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menanggulangi tiga penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.


Pada kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kabupaten Buleleng membacakan sambutan dan arahan Kepala Bappeda Kabupaten Buleleng, Komang Audi Berawijaya, SE., M.Si. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria masih menjadi tantangan serius di bidang kesehatan yang memerlukan penanganan secara terpadu melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.


Disampaikan pula bahwa berdasarkan data surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng hingga Juni 2026,  kasus HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan kasus Malaria di Kabupaten Buleleng sangat memperihatinkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian ketiga penyakit tersebut tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus diintegrasikan ke dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, serta berbagai mitra pembangunan.


Kepala Bappeda melalui sambutannya juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan sebagai bagian dari implementasi visi pembangunan daerah. Melalui forum kemitraan ini, seluruh hasil pembahasan diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang aplikatif dalam dokumen perencanaan daerah, sekaligus memperkuat dukungan pendanaan melalui perangkat daerah non-kesehatan maupun program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR).


Selain membacakan sambutan Kepala Bappeda, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda, Arya G Mataram,S.ST., juga tampil sebagai narasumber dengan memaparkan materi "Implementasi RKPD Tahun 2026 terhadap Tagging Pendanaan OPD Non Dinas Kesehatan untuk Program Pengendalian dan Pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM)". Materi tersebut menekankan pentingnya penguatan integrasi program dan penganggaran lintas perangkat daerah agar upaya pengendalian penyakit tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga didukung oleh seluruh organisasi perangkat daerah sesuai kewenangan masing-masing.


Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam dan Infrastruktur, I Gusti Ngurah Purnawirawan, SE, M.E, menyampaikan materi mengenai "Penguatan pemanfaatan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) sebagai salah satu alternatif pendanaan dalam mendukung program pengendalian dan pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Buleleng. Melalui sinergi tersebut, diharapkan partisipasi dunia usaha dapat semakin optimal dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.


Forum kemitraan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, sekaligus membangun komitmen bersama antar pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Buleleng. Dengan kolaborasi yang semakin solid, diharapkan upaya pencegahan, pengendalian, serta pembiayaan program dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.