Pemerintah Kabupaten Buleleng menerima audiensi dari Grup Bank Dunia (World Bank Group) terkait rencana pelaksanaan Lokakarya Exploratory Scenario Planning (Perencanaan Skenario Eksploratif) Kota Singaraja, yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Jumat (10/7/2026). Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Grup Bank Dunia untuk menyusun arah pembangunan Kota Singaraja yang lebih adaptif, tangguh, dan berkelanjutan menghadapi tantangan masa depan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Komang Audi Berawijaya bersama Kepala Bidang Perekonnomian Sumber Daya Alam dan Infrastruktur (PSI) Gusti Ngurah Purnawirawan. Kehadiran Bappeda sebagai perangkat daerah yang membidangi perencanaan pembangunan menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkuat perencanaan pembangunan daerah berbasis data, kolaborasi, dan antisipasi terhadap berbagai perubahan global.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dilakukan sebelumnya secara virtual antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Grup Bank Dunia mengenai pelaksanaan Lokakarya Exploratory Scenario Planning. Program tersebut merupakan bagian dari kajian regional Bank Dunia bertajuk Productive and Resilient Cities in East Asia and Pacific, yang mengkaji bagaimana kota-kota di kawasan Asia Timur dan Pasifik dapat mempersiapkan diri menghadapi perubahan demografi, perkembangan teknologi, serta dampak perubahan iklim hingga tahun 2050. Kota Singaraja dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan bersama kota di Fiji dan Vietnam. Penetapan tersebut didasarkan pada posisi strategis Singaraja mengingat perannya sebagai salah satu pusat perkotaan utama di Bali serta relevansinya terhadap agenda pembangunan perkotaan berkelanjutan, transformasi ekonomi wilayah, dan perencanaan ketahanan di Indonesia.
Dalam Audiensi ini juga membicarakan kesiapan pelaksanaan lokakarya yang direncanakan berlangsung pada 23 Juli 2026 mendatang di Singaraja, dengan melibatkan 40-50 peserta yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Akademisi, dan Stakeholders lainnya.
untuk mengeksplorasi berbagai skenario Singaraja pada tahun 2050, menilai risiko dan peluang, serta mengidentifikasi strategi yang efektif dalam menghadapi berbagai kemungkinan masa depan.
Rangkaian lokakarya nantinya akan mencakup pembahasan berbagai skenario pembangunan Kota Singaraja, penyempurnaan skenario berdasarkan kondisi lokal, pengujian terhadap rencana dan kebijakan pembangunan yang telah ada (stress testing), hingga penyusunan peta jalan strategi pembangunan yang mampu bertahan dalam berbagai kemungkinan kondisi di masa mendatang. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah yang lebih antisipatif, inovatif, dan berbasis bukti.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Buleleng menyambut baik inisiatif kerja sama dengan Grup Bank Dunia dan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mendukung penuh pelaksanaan lokakarya. Pemerintah daerah menilai kegiatan ini menjadi peluang strategis untuk memperkaya perspektif dalam penyusunan kebijakan pembangunan jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Singaraja sebagai kota yang siap menghadapi tantangan global melalui perencanaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan.
Melalui pendampingan yang dilakukan oleh Bappeda Kabupaten Buleleng, diharapkan hasil dari Lokakarya Exploratory Scenario Planning nantinya dapat menjadi salah satu referensi penting dalam memperkuat dokumen perencanaan pembangunan daerah, sehingga pembangunan di Kabupaten Buleleng mampu berjalan secara lebih adaptif, tangguh, dan berkelanjutan sesuai dinamika perkembangan zaman.
Download disini