Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Daerah Triwulan I Tahun 2026
Admin bappeda | 12 Mei 2026 | 233 kali
Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Daerah Triwulan I Tahun 2026 di ruang rapat utama Bappeda, Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ini dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Buleleng sebagai upaya memperkuat pengendalian, monitoring, serta percepatan realisasi pembangunan daerah.
Rapat diawali dengan pemaparan Sekretaris Bappeda Kabupaten Buleleng, Komang Widarma, mengenai progres pelaksanaan program pembangunan daerah hingga akhir Maret 2026. Dalam paparannya disampaikan, realisasi penyerapan anggaran daerah pada Triwulan I mencapai 16,66 persen dari total APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,82 triliun. Sementara itu, realisasi fisik tercatat sebesar 24,13 persen dengan rata-rata capaian kinerja mencapai 20,39 persen atau masuk kategori tinggi.
Selain capaian umum pembangunan daerah, Bappeda juga memaparkan perkembangan program prioritas yang mengacu pada visi pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Buleleng. Sejumlah sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan menunjukkan capaian sangat tinggi, meskipun beberapa sektor lainnya masih memerlukan percepatan pelaksanaan program serta optimalisasi penyerapan anggaran.
Pada kesempatan tersebut turut disampaikan perkembangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2026. Hingga Triwulan I, realisasi keuangan DAK Nonfisik mencapai 18,47 persen dan realisasi fisik sebesar 18,64 persen.
Usai pemaparan, rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu Kepala Bappeda Kabupaten Buleleng, Komang Audi Berawijaya. Dalam forum tersebut, masing-masing OPD diberikan kesempatan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program di lapangan.
Beberapa persoalan yang mengemuka antara lain terkait proses administrasi, percepatan pengadaan barang dan jasa, hingga kendala teknis pelaksanaan kegiatan fisik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappeda Audi Berawijaya menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah guna mempercepat realisasi program, khususnya bagi OPD dengan capaian kinerja yang masih berada pada kategori rendah dan sangat rendah.
Bappeda menilai hasil evaluasi Triwulan I ini sebagai bahan untuk pencapaian target sesuai perencanaan dan diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan pada triwulan berikutnya.
Sebagai perangkat daerah yang memiliki fungsi strategis dalam perencanaan pembangunan, Bappeda Kabupaten Buleleng memegang peranan penting dalam proses evaluasi tersebut, mulai dari mengoordinasikan pengendalian pembangunan daerah, menghimpun dan menganalisis data capaian OPD, hingga memberikan rekomendasi kebijakan terkait percepatan penyerapan anggaran dan penyelesaian hambatan program.
Melalui rapat evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat sinergi, melakukan langkah percepatan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program pembangunan agar target pembangunan daerah Tahun 2026 dapat tercapai secara optimal, efektif, tepat sasaran, dan sesuai dokumen perencanaan yang telah ditetapkan.