(0362) 21149
bappeda@bulelengkab.go.id
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Lokakarya ESP World Bank Group Perkuat Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Buleleng

Admin bappeda | 23 Juli 2026 | 266 kali

Kabupaten Buleleng dipercaya menjadi salah satu lokasi percontohan dalam kajian regional mengenai Productive and Resilient Cities In East Asia And Pacific. Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus kesempatan berharga bagi Kabupaten Buleleng untuk belajar, berkolaborasi, dan mempersiapkan masa depan secara lebih adaptif dan 

visioner. 


Untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah yang adaptif dan berorientasi pada masa depan.  Grup Bank Dunia (World Bank Group) menyelenggarakan Lokakarya Perencanaan Skenario Eksploratif (Exploratory Scenario Planning/ESP). Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten  Buleleng, Putu Ariadi Pribadi pada Kamis (23/7/2026) di Lovina Heaven.


Lokakarya ini merupakan bagian dari upaya memperkuat dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang daerah. Lokakarya tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari tingkat nasional maupun daerah guna mengeksplorasi berbagai kemungkinan kondisi Kota Singaraja pada tahun 2050, sekaligus mengidentifikasi risiko, peluang, serta strategi yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng, Komang Audi Berawijaya, didampingi Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam dan Infrastruktur serta Fungsional Perencana Ahli Madya Bappeda Kabupaten Buleleng.


Dalam lokakarya ini, peserta diperkenalkan dengan metode Exploratory Scenario Planning (ESP), sebuah pendekatan kolaboratif yang dirancang untuk membantu pemerintah mengantisipasi berbagai ketidakpastian melalui penyusunan sejumlah skenario masa depan. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi pembangunan, seperti perubahan demografi, perkembangan teknologi, hingga dampak perubahan iklim.


Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kerangka tiga sumbu dan empat skenario pembangunan Kota Singaraja tahun 2050. Selanjutnya, para peserta diajak untuk menyempurnakan skenario tersebut agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi lokal Kabupaten Buleleng. Tidak hanya itu, lokakarya juga menjadi wadah untuk melakukan stress test terhadap rencana, kebijakan, dan investasi yang telah disusun, sehingga dapat diketahui sejauh mana kebijakan tersebut mampu bertahan dalam berbagai kemungkinan kondisi di masa mendatang.


Selain menguji ketahanan kebijakan, para peserta juga bersama-sama merumuskan strategi pembangunan yang dinilai efektif pada berbagai skenario, sekaligus mengidentifikasi agenda pembelajaran ke depan, meliputi kebutuhan data, penguatan sistem pemantauan, serta prioritas penelitian yang diperlukan untuk mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih komprehensif.


Melalui pelaksanaan Lokakarya Perencanaan Skenario Eksploratif ini, diharapkan dapat memperkaya substansi dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan berbagai perspektif strategis yang berorientasi jangka panjang serta mampu memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, tangguh terhadap berbagai perubahan, serta mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Buleleng yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.