Tim Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng melakukan pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) pasar terhadap distribusi dan ketersediaan minyak goreng di wilayah Kabupaten Buleleng, Senin (4/5). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman.
Pemantauan dipimpin oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng dan diikuti oleh Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya dan Muda beserta staf Distankan Buleleng. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Buleleng, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kepolisian Resor Buleleng.
Dalam sidak tersebut, tim melakukan pemantauan di dua distributor utama minyak goreng, yakni PT Bintang Bali Indah dan CV Makmur Indah Sejahtera.
Di PT Bintang Bali Indah, distribusi minyak goreng terpantau berjalan normal dengan pengiriman rutin sebanyak 2.000 karton per minggu ke Toko KSA Sangsit. Harga minyak goreng merek Tropical tercatat sebesar Rp21.438 per liter dan hingga saat ini belum mengalami kenaikan, begitu pula untuk merek Sovia.
Sementara itu, stok minyak goreng di perusahaan tersebut masih tersedia dalam jumlah memadai. Untuk merek Tropical, stok tersisa meliputi 77 karton kemasan 1 liter dan 1.026 karton kemasan 2 liter. Sedangkan stok minyak goreng merek Sovia terdiri dari 340 karton kemasan 1 liter, 229 karton kemasan 2 liter, 39 karton kemasan 1,8 liter, serta 5 karton kemasan 0,8 liter.
Pemantauan juga dilakukan di CV Makmur Indah Sejahtera. Distributor ini menerima pasokan minyak goreng curah secara rutin sebanyak 16.000 liter per minggu. Saat ini stok minyak goreng curah tercatat mencapai 27.500 liter dengan harga jual berkisar Rp18.500 hingga Rp19.000 per liter. Harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp19.500 per liter.
Meski demikian, tim menemukan adanya kenaikan harga minyak goreng curah di tingkat pedagang pasar tradisional. Kenaikan tersebut dipicu oleh praktik pengemasan ulang (repacking) menggunakan kantong plastik secara mandiri oleh pedagang. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya harga plastik yang disebut naik hingga 50 persen.
Selain minyak curah, CV Makmur Indah Sejahtera juga memiliki stok minyak goreng kemasan merek Sovia sebanyak 85 karton dengan harga jual Rp21.000 per liter.
Berdasarkan hasil pemantauan, Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng menyimpulkan bahwa harga minyak goreng kemasan di tingkat distributor masih relatif stabil dan pasokan kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Bahkan, harga minyak goreng curah di tingkat distributor menunjukkan tren penurunan.
Namun demikian, pemerintah daerah menilai perlu adanya pengawasan lanjutan di tingkat pasar tradisional untuk memastikan kenaikan harga akibat biaya pengemasan ulang tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan bahan pangan strategis bagi masyarakat.