(0362) 21149
bappeda@bulelengkab.go.id
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Dorong Transformasi Ekonomi, Bali Investment Challenge 2026 Jaring Proyek Investasi Unggulan

Admin bappeda | 27 April 2026 | 90 kali

Bali Investment Challenge (BIC) 2026 resmi digelar sebagai upaya mendorong transformasi ekonomi daerah melalui peningkatan investasi strategis. Agenda ini diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali di The Anvaya Resort Bali. Senin (27/4).

Mengusung tema “Driving Economic Transformation through Investment toward Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, penyelenggaraan BIC tahun ini bertujuan untuk memetakan sekaligus menjaring profil investasi unggulan dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Acara pembukaan dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani. Turut hadir pula perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Dalam rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif strategis terkait pengembangan investasi daerah.

Dally Ramdhan Sugandria, Vice President of Guidance & Consultation PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), memaparkan berbagai skema pembiayaan infrastruktur daerah. Ia menjelaskan opsi pendanaan seperti Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPDBU), pembiayaan swasta, pinjaman daerah, hingga dukungan APBD dan APBN. Dally menekankan bahwa skema KPDBU dapat menjadi alternatif solusi di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur PT Raya Investama Strategis (EDC Forum), Charly Raya, mengulas strategi promosi investasi serta preferensi investor terhadap peluang yang ditawarkan. Ia menilai Bali memiliki posisi strategis sebagai destinasi global yang sudah dikenal luas, sehingga memiliki daya tarik tinggi bagi investor.

Adapun Direktur Utama PT Hotel Internasional Sanur Indonesia (PT HISI), Susy M. Napitupulu, membagikan kisah sukses pengembangan proyek investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur. Ia menjelaskan pentingnya perencanaan yang matang, kejelasan aspek legal (clean and clear), serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan proyek berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, tahapan berikutnya akan dilakukan melalui penyampaian profil proyek investasi oleh OPD kepada PIKBS pada 11 Mei 2026. Proses ini akan dilanjutkan dengan penetapan proyek potensial, penyusunan katalog dan profil investasi, hingga tahap showcasing pada ajang strategis Bali Jagadhita 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.

Melalui rangkaian tersebut, BIC 2026 diharapkan mampu memperkuat ekosistem investasi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan.