Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka stunting nasional melalui fokus pada pemenuhan gizi bagi tiga kelompok rentan: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Hal ini menjadi sorotan dalam kegiatan Zoom Meeting Pembelajaran Nasional yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan empat narasumber dari Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional, serta perwakilan daerah dari Kabupaten Tolikara (Papua Pegunungan) dan Kabupaten Rembang (Jawa Tengah). Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas kondisi lapangan, tantangan, serta peluang dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat.
Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14,2 persen sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Untuk mencapai target ambisius tersebut, intervensi difokuskan pada periode krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dinilai sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Salah satu strategi yang diandalkan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi bagi kelompok 3B sebagai langkah konkret pencegahan stunting. Dalam implementasinya, Kementerian Kesehatan memberikan dukungan melalui beberapa langkah, antara lain penyusunan standar gizi dan makanan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), sosialisasi pedoman gizi ke seluruh puskesmas, serta pengawasan eksternal terhadap penerapan standar tersebut.
Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya peran kader posyandu di lapangan. Mereka diharapkan dapat membantu mendistribusikan makanan bergizi siap santap kepada penerima manfaat serta menjadi ujung tombak dalam edukasi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih komprehensif terkait upaya pemenuhan gizi 3B, sekaligus mendorong penguatan kebijakan dan inovasi program yang adaptif terhadap keragaman kondisi daerah.
Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.